Home / Artikel Kencing Nanah / Ciri-Ciri Kencing Nanah

Ciri-Ciri Kencing Nanah

Ciri-Ciri Kencing Nanah – Kencing nanah atau juga bisa disebut dengan nama gonore merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri bernama Neisseria gonorrhoeae. Biasanya N. Gonorrhoeae hidup di daerah yang hangat atau lembap, seperti di alat reproduksi, leher rahim, uterus, tuba falopi, mulut, anus, hingga tenggorokan. Hal tersebut membuat bakteri ini memiliki tingkat kopleksitas dan kerentanan yang tinggi, bahkan salah satu jenisnya rentan terhadap zat beracun, semisal asam lemak. Meski begitu, N. Gonorrhoeae tetap berbahaya bila sudah tumbuh dan menyebar.

Mengenai penyakit yang ditimbulkan oleh bakteri tersebut, dalam hal ini kencing nanah atau gonore, umumnya bakteri melakukan infeksi pada alat kelamin terlebih dahulu. Ketika infeksi tersebut terjadi, maka akan menimbulkan purulen, semacam nanah yang keluar dari alat kelamin. Purulen tersebut memiliki ciri khas yang mungkin berbau busuk. Alat kelamin pun dapat berubah, mulai dari membengkak, meradang, kemerahan, disuria, hingga terasa seperti terbakar saat buang air kecil.

Selain itu, bakteri tersebut juga dapat menimbulkan berbagai macam masalah lainnya yang menyertai, seperti proctitis, faringitis, konjungivitis, uretritis, orkitis, dan prostatitis. Infeksi juga dapat menimbulkan masalah lainnya, hingga melibatkan endokarditis, meningitis, dan gonokokal.

Khusus bagi wanita, infeksi oleh bakteri tersebut juga dapat mengakibatkan radang panggul bila infeksi hadir pada alat kelamin, sehingga besar kemungkinan wanita tersebut juga terserang infertilitas. Biasanya radang panggul terjadi manakala infeksi sudah menyebar melalui leher rahin, endomentrium, dan saluran tuba menuju peritoneum.

Ciri-Ciri Kencing Nanah

Berbicara mengenai ciri-ciri dari kencing nanah, selain yang sudah disebutkan di atas, kencing nanah atau gonore juga pada tahap awal penyebarannya dapat menimbulkan gejala umum dan ini merupakan ciri yang bisa diidentifikasi tanpa melalui tes laboratorium. Meski begitu, gejala yang ditimbulkan pada wanita biasanya tidak terlalu jelas dibandingkan pada pria, sehingga kemungkinan terkena penyakit lain juga besar.

Umumnya gejala gonore yang timbul pada wanita memiliki ciri khas keluarnya cairan berwarna kuning atau kehijauan, atau bahkan mungkin keputihan. Secara bersamaa, saat buang air kecil, alat kelamin akan terasa seperti terbakar, nyeri pada panggul dan bawah perut, hingga terjadi pendarahan setelah berhubungan. Vulva pun biasanya akan membengkak. Bila infeksi menyebar ke tenggorokan akibat berhubungan badan secara oral, maka akan ada sensasi terbakar pada tenggorokan, dibarengi dengan bengkaknya kelenjar.

Pada beberapa keadaan, wanita pengidap kencing nanah hanya akan menimbulkan gejala yang sifatnya ringan, sehingga ciri yang ada tidak diketahui. Bahkan sebagian di antaranya mungkin menyangka bahwa mereka terkena penyakit infeksi jamur. Hal tersebut dikarenakan, keluarnya cairan, semisal keputihan merupakan proses yang alami. Bila merupakan tanda adanya penyakit pun, bisa beragam spekulasi.

Sedangkan ciri-ciri kencing nanah pada pria lebih terlihat. Salah satunya adalah adanya cairan putih atau kuning dari alat kelamin. Rasa terbakar saat buang air kecil pun akan terjadi, baik pada alat kelamin maupun tenggorokan. Pada keadaan setelah infeksi semakin menyebar, testis pria dapat terasa nyeri. Jika infeksi muncul di tenggorokan, maka kelenjar akan membengkak. Biasanya gejala-gejala tersebut hadir setelah 2 sampai 14 hari terinfeksi.

Ciri-ciri kencing nanah lainnya bisa dikonsultasikan dengan dokter atau ahli. Namun pada intinya, kencing nanah memiliki ciri khusus, yaitu keluarnya cairan. Itu mengapa, penyakit ini disebut kencing nanah karena saat buang air kecil, keluar bersamaan dengannya cairan yang tidak biasa. Selain itu, kencing nanah juga bisa menimbulkan komplikasi-komplikasi, sesuai jenis kelamin dan penyebarannya.

Bagaimana cara mengobati gonore?

Gonore dapat diobati dan dapat disembuhkan, tetapi tidak bisa disembuhkan dengan pengobatan yang dilakukan di rumah, atau membeli obat di apotek. Anda harus pergi menemui dokter. Ketika pergi menemui dokter, Anda sebaiknya mempersiapkan:

  • Gejala-gejala yang Anda alami
  • Diskusi mengenai riwayat seks Anda

Dokter akan melakukan diagnosis berdasarkan hasil tes dengan cara mengambil contoh cairan dari urethra laki-laki dan serviks pada perempuan. Dokter juga akan melakukan pengecekan pada anus dan tenggorokan Anda, untuk melihat ada tidaknya infeksi pada bagian tersebut. Tes tersebut dibawa ke lab, dan jika hasilnya positif, dokter akan mulai memberikan perawatan.

Dokter mungkin akan memberikan antibiotik berupa obat minum dan yang disuntikan langsung. Ceftriaxone adalah antibiotik yang diberikan lewat suntikan, biasanya hanya sekali saja. Setelah itu Anda akan diberikan Azithromycin sebagai antibiotik yang diminum. Sangat dianjurkan untuk menghabiskan antibiotik yang diresepkan, bahkan jika kondisi Anda telah membaik. Jika Anda resisten terhadap antibiotik, maka akan ada pengobatan lanjutan yang perlu Anda jalani. Karena ini penyakit menular, kemungkinan dokter juga akan menanyakan tentang pasangan Anda untuk melakukan tes dan pengobatan juga, agar infeksi ini tidak menyebar.

Bagaimana jika gonore tidak diobati?

Pada perempuan, gonore yang tidak diobati dapat menyebabkan penyakit radang panggul, yang mana dapat merusak tuba fallopi. Dampak fatalnya, gonore dapat menyebabkan ketidaksuburan dan meningkatkan risiko kehamilan ektopik – di mana sel telur yang dibuahi berkembang di luar rahim.

Sedangkan pada laki-laki, gonore yang dibiarkan dapat menyebabkan epididimis – rasa sakit di daerah testis yang berisiko terhadap infertilitas. Jika tidak diobati dengan cepat, gonore lama-lama akan menyebabkan masalah pada prostat dan menimbulkan luka pada urethra, sehingga akan menyebabkan susah buang air kecil.

Langkah apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran gonore?

Benar adanya ungkapan ‘lebih baik mencegah daripada mengobati’. Berikut ini yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penularan gonore:

  • Selalu gunakan kondom ketika berhubungan seks, bahkan sebaiknya Anda juga menggunakan kondom ketika melakukan seks oral.
  • Sebaiknya setia pada satu pasangan, hindari perilaku berganti-ganti pasangan. Mungkin Anda bisa membayangkan berapa kerugian yang ditimbulkan ketika berganti-ganti pasangan seks.
  • Jika Anda curiga terkena gonore, sebaiknya hentikan berhubungan seks dengan siapa pun dan cepat kunjungi dokter.

Sumber : https://obat-kencingnanah.id/

Check Also

Nama Obat antibiotik untuk kencing nanah di apotik

Nama Obat antibiotik untuk kencing nanah di apotik – es gonore untuk wanita terdiri dari …